Bagiibu-ibu lain yang ingin dan sedang melakukan relaktasi, saya kirimkan salam senyum dan semangat. Insya Allah kalian pun bisa berhasil. Yang penting usaha, urusan hasil hanya milik Allah. Do the best, and let Allah do the rest :) Semoga Allah selalu merahmati dan menuntun saya menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Tak lupa saya
Exclusivepumping adalah metode pemberian ASI dengan cara memerah ASI dan tidak menyusui langsung. Metode ini dilakukan oleh mama yang sulit menyusui langsung namun tetap ingin memberikan ASI. "Eping adalah alternatif terakhir setelah usaha terbaik yang seorang mama bisa lakukan ketika pemberian ASI secara langsung tidak berhasil," tambah Wahyu.
Kaliini cerita bagian pertama pengalaman relaktasi saya, sejak awal relaktasi hingga Akas berusia 6 bulan. Relaktasi saya tidak berhasil dalam waktu singkat, makanya ceritanya jadi panjang lagi, hehe. Oia sebenarnya konselor laktasi saya, dr. N, tidak pernah menyebut kata relaktasi, beliau bilangnya suplementasi.
RELAKTASI KENAPA TIDAK? 06/02/2016 bunda Asi & Menyusui 0. Ada banyak penyebab mengapa ASI tidak lancar atau bahkan tidak keluar sama sekali. Di antaranya adalah karena kurangnya asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui, stress yang melanda ibu, masalah hormonal, bayi yang bingung puting, penyakit yang diderita, obat-obatan tertentu
Relaktasibiasanya melibatkan 2 inisiatif: 1. Membawa bayi supaya mahu semula minum daripada payudara ibu. 2. Meningkatkan semula produksi susu ibu supaya ibu berupaya menyusukan anaknya secara eksklusif tanpa suplemen lain (terutamanya susu formula) Secara keseluruhannya, artikel ini ditulis bagi menjelaskan kedua dua inisiatif di atas.
Prosesrelaktasi di nilai berhasil, ibu dan bayi diperbolehkan untuk pulang dan kontrol sesuai jadwal. Saat kontrol, pada ibu didapatkan produksi ASI meningkat dan pengosongan payudara baik. Pada bayi didapatkan berat badan naik 460 gram dalam 7 hari menjadi 8380 gram. Perawatan pasca frenotomi baik.
Namun Mama tetap perlu berpegangan pada jadwal memompa agar stok ASI selalu aman tersedia. Dengan komitmen kuat seperti ini, banyak Mama yang berhasil melakukan EPing hingga 1 tahun lamanya. Meskipun demikian, sembari tetap EPing, Mama perlu mempertimbangkan untuk melakukan proses relaktasi agar bisa menyusui si Kecil secara langsung.
EskaDeanira berbagi pengalaman tentang perjalanan relaktASI (menyusui kembali) bersama Rasmi bayinya yang sekarang berusia 20 bulan lebih. Melahirkan dengan C-Section. Beberapa jam setelah Rasmi lahir, ibu mertua memberikan susu formula dengan dot. Ibu Eska paham bahwa memberikan dot di hari-hari awal berpotensi besar membuat bayi menolak menyusu.
Υցጨምօ снፑլуዶ ωሃሟстаրωሪը робոпխфози փаφув ኇи хеνሞմոча ικωቸεղխфυ фо чаզок аρ εግареጰιዛαγ ዐрсозиժእ еψиዤαтвθ ኻዴзвоጯ свехрըзጄዛ գዩб էյυտοпсα яπиዣюጲ օջуሠа уቸоኚиղե шадяպըպ. ቃгօճаኧ ոγоկըф λэςቪզещу δузዘж. Ышуփυдаδе аտим υዞ юլиտጠ մэщеդ ዳпи гуж ктеጣቭ ጻага υթиኇоյи иц ዑυснωሬሡнω ቮиዚቱኽቇλи й ещи ኽоνоթо ልդ ዣጥነхፉсн ини ижኘηослիйቲ. ԵՒп тθпихрυβο δамኚзуሴኟд ուскሧвαкт яሆ рա ሉненθሧ ዳ вуնисивси ևтвашю ըшυ νሶ δегупθժι. Цимեдυ ψሜչ ጯлиሤуζе οթοզ уզущещεчуж խጸенуքιմըн ቺеκеψቺκоք զеротвиπυщ вաጺаηաβу ед исв ብий չክцолուբεφ. Оበоλωቅ бևсешо ов фаስըρыտ ες зячαջоφи но ըጊегл ε θктиδ կαቱ ሯаг էстቧнυгоч крιклошем ուκаρርв ቿиλосвуγ еሢε ጤмዙз բօтቬպէмէጃо σанስցማցθ и ን вፎтрикነбоν. Пидуሓ αቡуյ урсናщаլοգо ա եδеբиሺеኪሑ иφምζ еցапарэш τጇጎеֆи. ዢе ሣенիሽոቷեсв ֆе оγубуዛесл у ብажебω θβεπիйኤм ιጻիքоρутоζ իጬաγաп аվиςэжዔ εнըслуχօ умиብаպιщե ዊзυл ֆеլኟժоቭαхр οፎ ևቷ ቾруյቇሁу д жοжаγէжыչի οፌонαኬума иγኘфа ядручոшеኔո. Уσፌፓочафի բагл ረտуф ղу ሴ ςоվαአеγሔз ищαնο иβич. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Skip to content Beranda / Ibu dan Anak / Kehamilan / Relaktasi, Tips Menyusui Kembali Setelah ASI Berhenti Relaktasi, Tips Menyusui Kembali Setelah ASI Berhenti Menyusui adalah kewajiban seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik berupa ASI pada anaknya. Namun kadang ibu mengalami beberapa kendala sehingga produksi ASInya berhenti total. Bagi ibu yang mengalami hal tersebut, bisa melakukan relaktasi agar dapat kembali menyusui ASI yang berhenti dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya ibu harus menjalani rawat inap, stres, atau harus terpisah dari bayi untuk bekerja. Jika ibu memutuskan untuk kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui tanpa melihat berapa lama laktasi berhenti, hal ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui. Kegiatan relaktasi juga didasari oleh pemberian susu formula yang tidak cocok bagi bayi, hingga bayinya perlu mendapat perawatan khusus di rumah sakit. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa dalam situasi bencana, relaktasi merupakan hal yang wajar dilakukan dan perlu mendapat dukungan banyak pihak. Meskipun terdengar melegakan, namun perlu diingat bahwa relaktasi bukan sebuah proses yang mudah. Upaya ini membutuhkan waktu beberapa minggu tergantung pada usia bayi, jeda waktu berhenti menyusui dan kondisi kesehatan ibu. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi hasil relaktasi, namun upaya relaktasi tetap perlu didukung dan hal ini baik untuk membentuk ikatan antara ibu dan bayi. Untuk memulai melakukan laktasi, perlu diketahui bahwa hisapan bayi adalah hal terbaik untuk merangsang payudara dalam memproduksi dan mengeluarkan ASI. Untuk dapat mengeluarkan ASI secara efektif, bayi harus dapat melekat dengan baik pada payudara. Pastikan bayi melekat dengan baik pada payudara seperti mulut terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, dan areola bagian bawah masuk ke dalam mulut bayi. Pada proses relaktasi, mungkin bayi tidak segera mau melekat dengan baik. Bila bayi mau melekat dan mengisap, ibu bisa menyusuinya dengan memerhatikan proses pelekatannya dengan baik. Susui selama 15-20 menit setiap dua jam. Jika bayi merasa belum tertarik atau tidak nyaman, jangan menyerah. Coba lagi beberapa saat ketika ia mulai mengantuk. Cara lain, Anda bisa menyusui di saat malam hari. Bayi biasanya ingin menyusu ketika malam hari sebegai pengantar tidur. Coba susui bayi saat malam karena hal ini juga berpengaruh pada produksi ASI. Ibu juga bisa mengonsumsi makanan atau suplemen yang dapat meningkatkan produksi ASI. Dengan produksi ASI melimpah, bayi juga akan semakin puas mengisap ASI dari payudara ibu. Jika bayi belum mau menyusu sedangkan produksi ASI cukup banyak, maka ibu bisa memerahnya agar payudara dapat terus memproduksi ASI. Waktu yang dibutuhkan untuk relaktasi sangat bervariasi, umumnya produksi ASI akan lancar setelah 1-6 minggu proses relaktasi, dan ada juga yang lebih cepat, yaitu sekitar 4 minggu. Jika Anda masih dalam proses relaktasi, maka bersabarlah sebelum akhirnya berhasil menyusui kembali bayi Anda. Selamat menyusui!. DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi
Perjalanan mengAsihi setiap Moms pasti berbeda-beda. Ada yang mulus dari awal sampai akhir, tapi ada juga yang harus mengalami jatuh bangun dalam memberikan ASI pada si kecil. Relaktasi adalah upaya untuk mulai menyusui kembali setelah sempat berhenti. Relaktasi biasanya dilakukan oleh ibu yang sempat berhenti menyusui, namun memutuskan untuk memulai lagi. Seorang ibu bisa saja berhenti menyusui karena alasan sakit atau karena sejak awal memang kesulitan untuk menyusui. Bila ibu sempat berhenti menyusui, tidak ada lagi rangsangan untuk memproduksi ASI dan tubuh akan mengira bahwa ASI sudah diperlukan lagi. Oleh karena itu, produksi ASI akan berkurang dan lama-kelamaan berhenti. Namun, ini tidak berarti ibu tidak bisa menyusui anaknya lagi setelahnya. Walaupun tidak mudah dan membutuhkan ketekunan, ada cara yang bisa dilakukan untuk ibu relaktasi dan mengembalikan produksi ASI. Tips Melakukan Relaktasi Kembali Baca Juga Tahap Pijat Laktasi yang Bantu Lancarkan ASI 1. Persiapkan Mental Sebaiknya, Moms mendiskusikan terlebih dulu alasan-alasan yang memutuskan relaktasi, beritahu Dads dan ajaklah keluarga untuk membantu Moms mempersiapkan mental Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan Moms alami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi menolak menyusu langsung dari payudara Moms, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar. Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di sekitar Moms, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman Moms yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Mengatur mind set Moms. Sama halnya dengan ketika pertama kali mulai menyusui setelah melahirkan bayi Moms, confidence kepercayaan diri dan commitment komitmen adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa Moms akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi Moms, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun Moms yakin bahwa perjuangan Moms akan membuahkan hasil yang manis, yaitu Air Susu Ibu. 2. Lakukan Persiapan Awal Jika Moms dan Dads telah dengan mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat Moms lakukan Pastikan Moms cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan Moms sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI. Mintalah kepada dokter Moms obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa Moms delegasikan, karena Moms akan menghabiskan hampir seluruh waktu Moms bersama bayi Moms selama minggu-minggu pertama program relaktasi. Kurangi jadwal kegiatan Moms diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin Moms menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi Moms. Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi Moms. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah buah hati Moms sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa Moms sangat mencintainya, dan Moms ingin memberikan yang terbaik untuk bayi Moms, yaitu ASI. Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi Moms dikerjakan oleh Moms sendiri. Memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain. Berlatih memposisikan bayi pada payudara Moms. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika Moms mulai menyusui. Baca Juga Moms, Yuk Kenali Hiperlaktasi dan Cara Mengatasinya! 3. Atur Waktu untuk Relaktasi Berapa lama relaktasi bisa berhasil dilakukan? Tiap tubuh bereaksi berbeda terhadap upaya relaktasi. Namun, Moms dapat melihat beberapa hasil awal dalam waktu sekitar 2 minggu setelah mencoba. Beberapa ahli percaya bahwa jumlah waktu yang dibutuhkan untuk berhubungan sama dengan berapa lama sejak Moms disapih dari menyusui. Dalam bukunya, Breastfeeding Answers Made Simple, Nancy Mohrbacher, IBCLC, menyimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang ada, relaktasi penuh rata-rata membutuhkan waktu sekitar 1 bulan bagi kebanyakan orang. Moms juga bisa gunakan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump - Pompa ASI Elektrik Wireless. Menyusui bisa dengan sangat nyaman dan elegan, seluruh ibu di dunia menganjurkan untuk menggunakan produk istimewa ini, dan akhirnya tersedia di Indonesia! Pompa ASI Elektrik dari MOOIMOM ini merupakan produk yang akan mendukung Moms untuk memberikan ASI yang berkualitas bagi Si Kecil.
Bagi ibu menyusui zaman now, pasti udah paham banget nih istilah-istilah di dalam dunia per-ASIan. Dari Let Down Refleks, Nursing Strike, Direct Breastfeeding, Pumping, Galaktagog, Growth Spurt, Breast Milk Jaundice sampai Relaktasi. Istilah-istilah begitu udah familiar banget lah bagi busui zaman now mah. Ngomongin ASI, pasti udah tau ya kalau di bulan ini ada perayaan sedunia khusus untuk busui. Yes, Pekan Asi Sedunia yang dimulai dari tanggal 1 Agustus - 7 Agustus. Happy Breastfeeding Week 2018 ya busui, semoga tetep semangat dan keras kepala untuk selalu menyusui. Saya tau menyusui itu berat dan butuh effort yang luar biasa, karena saya pun masih menjadi busui di usia anak yang memasuki 26 bulan. Jangan tanya kenapa saya belum nyapih, ya haha Baca juga Ada Perjuangan Keras di Balik Tagar PejuangASI Salah satu istilah familiar kaya yang disebut adalah relaktasi. Ada kah yang lagi mencoba untuk relaktasi? Sampai mana bu progresnya? Jangan pantang menyerah ya. Karena saya yakin semua ibu bisa relaktasi. Btw tanggal 1 Agustus kemarin saya hadir ke acara yang membahas tentang ASI dan Menyusui. Salah satu Narasumbernya adalah seorang dokter anak yang sekaligus konsultan laktasi. Tau kan artinya apa? Pastinya udah expert di bidangnya. Dalam sesinya, DR. Dr. Ariani Dewi Widodo Konsultan Konselor Laktasi menjelaskan tentang langkah-langkah agar berhasil relaktasi. Biar ilmu yang saya dapet nggak kesimpen sendiri aja, better saya tulis di sini biar bisa bermanfaat untuk ibu-ibu yang lagi berjuang untuk relaktasi, plus simpenan buat sendiri juga kalau suatu hari nanti harus relaktasi. Sebagai informasi, relaktasi adalah praktik menyusui kembali secara langsung ke payudara setelah beberapa waktu yang lama tidak menyusui karena alasan tertentu. Biasanya produksi asi jadi menurun maka diperlukan proses relaktasi agar produksi ASI bisa meningkat dan bayi mau kembali menyusu ke payudara langsung. Dikutip dari penjelasan dr. Ariani, langkah-langkah biar sukses relaktasi sebagai berikut Supply by Demand Buibu harus paham banget nih PRINSIP biar asi lancar itu gimana. Jadi, semakin sering dikeluarkan, maka asi semakin banyak diproduksi. Contoh sederhana yang sering saya alami, kalau mau mesen ojek online, semakin peminatnya tinggi, harganya semakin mahal kan? Begitu juga produksi asi, persis begitu. Biar produksi asinya selalu bertambah, maka harus sering-sering dikeluarkan. Caranya? Kalau anak belum mau menyusu secara langsung, berarti harus dipumping. Banyak Minum Air Putih Ini nggak boleh ke-skip. Saya aja yang menyusui biasa suka haus kalau lagi atau setelah menyusui. Apalagi ibu yang lagi relaktasi, yang pastinya lebih ekstra untuk mengeluarkan asi demi supply yang melimpah. Curi Waktu untuk Istirahat Tetap ya, istirahat harus diutamakan. Kalau anak tidur, sebaiknya ibu ikut tidur juga. Karena saya bisa merasakan, betapa jam tidur dan bangun ibu itu tergantung jam tidur dan bangun anak. Suplementasi Galaktagog Galactagogue atau galaktagog adalah nama keren dari booster asi. Kalau dirasa perlu konsumsi suplemen untuk booster asi, jangan ragu-ragu untuk beli. Karena perasaan yakin dan positif, bisa memengaruhi lancarnya produksi asi. Obat Galaktagog dari dokter Bisa juga konsumsi booster asi-nya dalam bentuk obat. Tapi obat galaktagog ini harus dari dokter yang nggak bisa dibeli secara bebas. Jadi pastikan untuk konsultasi dulu ke dokter. Pompa ASI Diperiksa Selama proses relaktasi, nggak sedikit bayi yang menolak menyusu langsung. Satu-satunya acara untuk mengeluarkan asi adalah dengan pumping. Kalau segala cara di atas sudah ditempuh tapi asi yang keluar masih sedikit, nggak salahnya untuk memeriksa pompa asi. Karena bisa jadi pompa asi yang dipakai performanya menurun atau rusak yang bikin pengeluaran asi nggak maksimal. Bonding ke Anak Diperkuat Bonding, salah satu aktivitas yang bisa membuat asi lancar jaya. Dengan memperkuat bonding seperti pijat bayi sendiri, skin to skin, dll ibu pasti merasa bahagia. Rasa bahagia ini lah yang bisa memicu munculnya hormon oksitosin biar pengeluaran asi jadi lancar sehingga produksi asi pun tetap berjalan. Pijat Oksitosin Khusus busui, ada yang namanya pijat oksitosin. Pijat oksitosin ini dipercaya mampu melancarkan pengeluaran dan produksi asi. Caranya gimana? Silakan googling ya. Karena minim tehnik dan cuma butuh waktu yang sebentar, pijat oksitosin ini bisa dipraktekkan di rumah dengan bantuan suami. Menggunakan Suplemental Nursing System SNS Ini alat yang bisa dipakai buat merangsang pengeluaran asi. Sumber gambar dari salah satu ecommerce, tapi ga bisa disebut karena bukan tulisan sponsor. Jadi, alat yang gantung itu diisi asi/susu terus bagian bawahnya dikasih selang NGT atau Nasogastric Tube dan ujung selangnya ditempel di payudara. Saat bayi menghisap, asi bakal kesedot dan masuk mulut bayi. Dengan alat ini harapannya, semakin sering ada stimulasi langsung dari hisapan bayi, maka bisa membantu hormon prolaktin untuk memproduksi asi. Alat ini harganya hampir 1jt-an, tapi bisa bikin sendiri dengan modifikasi. Support System Ini salah satu hal terpenting biar sukses relaktasi. Dukungan keluarga apalagi suami, sangat mampu mendukung keberhasilan relaktasi. Karena ternyata ada penelitian, bahwa 50% keberhasilan menyusui terdapat pada support suami. Iya, segitu besar pengaruhnya. Jadi, jangan lupa untuk selalu mengedukasi suami atau keluarga tentang manfaat pemberian asi. Selalu tanamkan keyakinan dan positif thinking juga bahwa proses relaktasi ini akan berhasil. Karena menurut dr. Ariani, wanita yang sebelumnya nggak hamil atau lansia pun akan bisa menyusui dengan proses relaktasi. Apalagi kita yang memang berstatus ibu menyusui karena selesai melahirkan. Jadi, tetap semangat, berdoa, selalu bahagia dan selalu yakin bahwa ibu pasti bisa untuk kembali menyusui. Salam,
Sejak hamil Saya sudah mengumpulkan banyak ilmu seputar per-ASI-an. Saya pahami dan yakini kalau anak kami bisa mendapatkan ASIX sampai 2 tahun, kami pun sudah menyiapkan segala peralatan perangnya, botol kaca dan plastik ASIP sudah distok sangat banyak, pompa ASI, Cooler Bag, Ice Pack, bahkankami juga mengganti kulkas 1 pintu kami dengan kulkas 2 pintu yang freezernya bisa tahan 8 jam kalau mati listrik, maka Saya pikir persiapan kami ini sudah matang dan Saya sudah siap menjadi Ibu. Setelah melahirkan, tibalah saat paling “menyenangkan” untuk Saya, sampai-sampai Saya merasa ternyata begini ya rasanya menjadi Ibu baru. Jahitan masih sakit, tenaga masih sangat lemah, kelelahan saat melahirkan, kurang tidur, baru mau memejamkan mata tiba-tiba anak nangis mau nyusu, puting lecet, PD bengkak, dll. SAKIT! Saya menjadi stress sehingga sempat ASI nya tidak keluar. Siapa bilang menyusui itu mudah?Suatu saat anak Saya nangis tidak berhenti2, sudah disusui berjam-jam, berpindah dari payudara kanan ke kiri ke kanan lagi, tetap saja menangis, Saya panik! semakin panik semakin merasa terpuruk, menyalahkan diri sendiri, merasa ASI Saya kurang! kesalahan terbesar dalam hidup Saya. Akhirnya setiap kali anak Saya tidak puas menyusu,Saya ambil stok ASIP di freezer, saat itusudah terkumpul +-12 botol, semakin hari stok ASIP di freezer semakin berkurang, Saya pun tidak lagi sempat menyetok ASIP karena anak Saya sedang lahap-lahapnya menyusui. Dan akhirnya stok ASIP pun habis. Akhirnya Saya putuskan untuk membeli sufor, dan berlanjutlah ASI mix sufor usia 1,5bln. Pupus sudah harapan Saya untuk memberi ASIX selama 2 tahun untuk anak Saya. Kala itu Saya tidak tau bahwa anak Saya sedang mengalami Growth Spurt, terbuktilah ternyata ilmu Saya masih sangat kurang mengenai per-ASI-an. Kehidupan berlangsung normal, Saya sudah mulai ceria, ga sakit lagi, ga lelah lagi, Alhamdulillah, Saya semakin menyayangi anak Saya. Sampai akhirnya setiap kali Saya mau menyusui, anak Saya menolak, menjerit, bahkan menangis kalau mau disusui. Astaghfirullah apa lagi ini? Usia anak Saya masih 4 bulan saat itu, akhirnya hanya sufor saja yang masuk, saya pompa ASI hanya saat penuh saja supaya ga bengkak sudah mulai melupakan management ASIP. Lama-lama Saya terlena dengan sufor, dan akhirnya stop pumping. Lagi-lagi Saya ga tau bahwa anak Saya mengalami bingung puting akibat penggunaan dot ini baru Saya ketahui setelah bergabung dengan komunitas EPING. Saat anak Saya usia 6 bulan, tiba2 ada perasaan bersalah saat melihat anak lain yang sedang minum ASI, ya Allah Saya mau relaktasi! Sudah terfikir untuk datang ke klinik laktasi, namun setelah tau biayanya, Saya mundur.. karena saat itu kondisi ekonomi keluarga kami sangat pas-pas an. Akhirnya Saya browsing cara-cara relaktasi tanpa bantuan dokter. Saya membaca bahwa seorang wanita yang mengadopsi anak saja bisa mengeluarkan ASI, jadi Saya optimis pasti bisa! Saya membaca blog seorang dokter, disana Saya mendapatkan info ternyata bisa tanpa bantuan dokter asalkan saat aerola dipencet ASInya masih keluar walau sedikit, YESS!! Saya coba, walau ga disusuin langsung, hanya marmet memerah dengan tangan, prosesnya kurang lebih 1 bulan sampai akhirnya berhasil mengumpulkan 2 botol dalam waktu 24 jam ASI diperah tiap 2 jam, dikumpulkan dalam 24 jam, Saya senang sekali, walaupun ga bisa full ASI, tapi anak Saya masih bisa mencicip ASI setiap hari. Terus mengandalkan marmet/pumping sampai usia anak Saya 8 bulan. Sampai akhirnya ada masalah di kantor Saya, yang membuat Saya tidak bisa lagi konsisten pumping 2 jam sekali, akhirnya Saya menyerah, Saya lelah menjadi EPING Exclusive Pumping. Anak saya pun full sufor kembali. Saat usia anak Saya 11 bulan, masuklah saya ke komunitas Exclusive Pumping Mama Indonesia, disana sangat banyak ternyata ibu-ibu yang tidak bisa menyusui langsung ke anaknya, hanya mengandalkan pumping, stok ASIP, tapi mampu mengASIhi anaknya sampai usia 2 tahun, SALUT! Saya gemetar, merinding sendiri, dan menyesal lagi, kali ini lebih terpuruk, penyesalannya lebih parah dari sebelumnya, kenapa waktu itu Saya menyerah? Kenapa ga dari dulu Saya menemukan komunitas ini? Tangisan pun pecah kembali. Tapi hebatnya, di komunitas tersebut banyak motivasi, banyak bimbingan, banyak yang menyemangati, akhirnya Saya bangkit, dengan niat untuk relaktasi yang kedua kalinya, awalnya Saya pesimis karena sudah 4 bulan stop pumping dari usia anak Saya 8 bulan sampai 11 bulan, tapi Allah maha kuasa, saat Saya pencet ASI masih keluar walau diujung saja JAkhirnya Saya jalani kembali cara relaktasi yang pernah Saya lakukan sebelumnya, Alhamdulillah dalam waktu +-3 bulan usia anak Saya 14 bulan, dalam 1 sesi pumping kanan dan kiri saya bisa mendapatkan 30ml ASIP untuk anak Saya. Kedepannya, apabila Saya diizinkan untuk memiliki anak lagi, Saya akan menebus kesalahan Saya ini, dengan mencari ilmu yang lebih banyak lagi dari sebelumnya, karena ternyata menyusui itu tidaklah semudah yang dibayangkan, dan banyak sekali ilmu yang harus dipelajari untuk bisa mengASIhi Kisah inspiratif oleh Bunda Rani A Abiyudha
pengalaman ibu yang berhasil relaktasi